3 Tips Bagaimana Menggunakan Emosi Agar Percaya Diri dalam Mengambil Keputusan


Banyak orang merasa bahwa emosi menahan mereka untuk membuat keputusan yang tepat dalam kehidupan pribadi maupun profesional. Barangkali ininadalah masalah, tetapi ada beberapa tips supaya kamu bisa membingkai ulang pikiran kamu untuk menggunakan emosi untuk sesuatu yang menguntungkan diri.

Coba belajar untuk memanfaatkan emosi kamu dalam proses pengambilan keputusan. Karena itu adalah kunci untuk membuat keputusan yang manfaat dan percaya diri. Dengan mengikuti tips dari Briana Marvell ini, kamu bisa banget membangun strategi yang memanfaatkan pemikiran emosional. Ini dia tips nya!

1. Hadapi Sumber Emosi Kamu

Langkah pertama untuk mengendalikan emosi adalah menyelidiki dari mana asalnya. Penting untuk memikirkan emosi mana yang bisa dimanfaatkan dan ngenalin emosi mana yang tidak bakal membantu.

Misalnya, kalau kamu bisa ngenalin bahwa emosi berasal dari tempat yang bikin insecure, kamu akan menyadari bahwa rasa tidak aman ini bukanlah persepsi yang akurat tentang kinerja kamu. Emosi ini tidak dapat membantu kamu meningkatkan pengambilan keputusan di masa depan.

Tapi, emosi seperti rasa bersalah dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja kamu di masa depan. Mungkin kamu merasa sedikit bersalah setelah burnout selama beberapa hari dan melewatkan deadline. Disini, perasaan bersalah kamu dapat digunakan untuk menghindari kesalahan yang sama di kemudian hari.

2. Susun Strategi Emosi yang bermanfaat

Setelah kamu bisa nentuin emosi mana yang membantu mencapai tujuan, saatnya untuk nyusun strategi pengambilan keputusan di masa depan.

Tips untuk mengatasi emosi adalah dengan menulis tentang proses pengambilan keputusan dan kembali ke rencana ini dalam satu jam atau lebih waktu kamu bisa lebih objektif. Strategi ini bakal membantu memilah apakah emosi kamu memengaruhi pengambilan keputusan kamu dengan cara yang masuk akal.

Dengan bersikap jujur pada saat itu tentang proses berpikir kamu, kamu menghemat waktu yang bisa saja sia-sia untuk mencoba mencari tahu apakah kamu sudah berpikir jernih. Jauh lebih mudah untuk mengeluarkan pikiran kamu saat ini dan mengunjunginya kembali nanti.

3. Evaluasi Dampak Emosi kamu

Saat kamu membuat perubahan rutin, penting untuk sering mengevaluasi efektivitasnya. Tujuannya di sini adalah untuk mengoptimalkan pengambilan keputusan emosional, jadi kamu harus bisa melakukan penyesuaian.

Luangkan waktu setelah proyek selesai untuk bertanya dan mengevaluasi apakah strategi kamu benar-benar efektif atau tidak. Pikirkan tentang apa yang kamu suka atau tidak suka tentang strategi baru tadi, dan kerjakan semuanya untuk satu tujuan pada satu waktu.

Meerasa emosi menahan kamu dalam banyak hal barangkali bisa bikin frustasi, tetapi kamu perlu tahu bahwa setiap orang harus bekerja untuk menyeimbangkan emosi dalam keputusan mereka. Kalo kamu masih merasa sedikit salah langkah, lihat lebih banyak strategi di bawah ini tentang menggunakan emosi untuk membuat keputusan yang percaya diri.

homebuyer.com/

Beritahu kami melalui kolom komentar. Kamu bisa komentar dengan Facebook, akun google, Disqus, atau sebagai anonim. Syukran. [/MuslimGen][left-sidebar]

No comments:

Powered by Blogger.