7 Tips Menghafal Qur'an dengan Mutqin Untuk Orang yang 'Sibuk' / Part 2
Idealnya menghafal Qur'an dilakukan di lingkungan yang telah difasilitasi dengan kondisi dan orang-orang yang sudah dirancang sebagai ekosistem menghafal Quran seperti pondok tahfizh, tempat daurah dsb. Lalu bagaimana dengan orang yang sibuk?
Sebelumnya bisa dibaca di 7 Tips Menghafal Qur'an dengan Mutqin Untuk Orang yang 'Sibuk' / Part 1
---
Ketiga, menambah hafalan baru. Setelah selesai melakukan poin pertama, barulah bisa kita menambah hafalan kita. Awali proses menghafal dengan membuat target harian. Mulai dari yang kecil terlebih dahulu seperti ½ halaman saja per hari. Berikut poin metode dalam melakukan ziyyadah hafalan:
1. Malam hari sebelum tidur, baca ayat yang akan kita hafal beserta maknanya. Gunakan murottal juga untuk mengetahui letak waqaf (berhenti) dan ibtida’ (mulai) yang tepat supaya makna Alqurannya juga tepat.
2. Usahakan bangun tidur sebelum subuh. Hafalkan setelah shalat tahajjud dan bermunajad kepada Allah di 1/3 malam. Setelah itu, mulai menghafal dengan membaca ayat satu per satu diulang-ulang sampai kita yakin bisa membacanya tanpa melihat mushaf.
3. Setelah jumlah ayat dalam target kita tercapai, gabungkan seluruh ayatnya yang telah di hafal dengan membacanya berulang-ulang sampai kita yakin bisa membacanya tanpa melihat mushaf. Lebih banyak pengulangan lebih baik dan bacalah dengan cara hadr (cepat). Apabila hafalan belum selesai sudah masuk waktu subuh, lanjutkan setelah subuh. Jangan tidur!
4. Setorkan hafalan baru kepada istri, teman, ustadz, syaikh, dll. Kemudian ulangi hafalan baru kita ini 3-4 kali tanpa melihat mushaf dalam satu hari. Evaluasi juga per ½ juz dengan cara yang sama dengan poin pertama. Jangan menambah sebelum lulus tahap evaluasi.
5. Masukkan hafalan-hafalan baru ini kedalam hafalan yang dibaca pada poin kedua setelah lulus tahap evaluasi. Begitu seterusnya sampai total hafalan kita 30 juz.
6. Ikuti kelas Bahasa Arab. Insyaallah Bahasa Arab akan sangat membantu proses menghafal dan memahami Alqur’an.
7. Ikuti kelas Tahsin. Insyaallah bacaan yang baik akan memudahkan kita untuk menghafal Alquran. Penulis menyarankan untuk mengikuti kelas tahsin terlebih dahulu sebelum memulai proses menghafal. Akan sulit memperbaiki hafalan apabila memiliki masa lalu bacaan yang kelam.
------------------------------------------------------------------
Sebagai gambaran dan insprasi, Al Ustadz dahulu menghafal lima juz dalam setahun ketika kelas satu SMP. Kemudian di tahun kedua dengan izin Allah bisa menghafal 20 juz. Dan di tahun ketiga beliau melalui proses evaluasi yang panjang dan akhirnya bisa menyelesaikan lima juz terakhir. Awal menghafal di tingkat pertama, target beliau hanya lima baris per hari. Naik terus perlahan sehingga di lima juz terakhir, beliau bisa menghafal ½ juz per hari. Bahkan ketika menyentuh juz 25, beliau hafalkan hanya dalam waktu semalam saja.
Semoga bisa menginspirasi kita semua dan menjadi kebaikan yang berlipat ganda bagi Al Ustadz yang telah “membocorkan” rahasianya. Menghafal Alqur’an adalah proyek seumur hidup. Jadi, jangan pernah tanyakan kapan kita akan selesai menghafal 30 juz, tetapi tanyakan kapan kita akan memulainya. Berdoalah kepada Allah supaya diberikan keikhlasan dan kemudahan dalam menghafal Alquran. Wallahu ta’alaa A’lam.
No comments: