7 Musuh Terbesar yang Menghentikan Kamu Dari Peluang Kesuksesan


Semua orang ingin sukses. Kita ingin mencapai kesuksesan yang cemerlang. Namun, jalan menuju kesuksesan tidak begitu mudah. Dan bagian yang paling lucu, kamulah yang menentukan apakah kamu akan menjadi sukses atau tidak.

Kamu punya kunci sukses di tanganmu. Terus, kalau kunci sukses udah ada di tangan, kenapa kamu belum sukses? Jawabannya karena kamu lah musuhnya, kamu adalah musuh terbesar kesuksesan, kaget?

Kamu punya kendali pada apapun yang terjadi padamu. Tapi, jauh di dalam dirmu ada 7 elemen yang bisa menghentikanmu untuk menjadi sukses.

Apa saja?

1. Kepuasan


Kepuasan diri adalah bagian dari rasa sombong. Ada saat-saat di mana kamu telah berusaha keras untuk  melakukan satu hal. Dengan usaha besar yang telah kamu lakukan dalam pekerjaanmu, wajar kalau kamu merasa dibesar-besarkan, memuji diri sendiri, dan puas dengan apa yang telah kamu lakukan.

Kepuasan diri muncul ketika kamu terlalu puas dengan apa yang telah kamu lakukan. Kamu sudah melakukan begitu banyak pekerjaan. Seandainya ada yang mencela usahamu, kamu tidak akan merasa baik.

Di sinilah kebanyakan orang melakukan kesalahan. Ketimbang mendengarkan kesalahan, kita cenderung mengabaikan apa yang orang katakan. Kenapa? Karena kamu kagum dengan pekerjaan yang telah kamu lakukan sendiri. Kamu merasa sangat puas sehingga tidak ingin mengubahnya atau mendengarkan saran orang.

Dan, tahukah kamu apa yang dikandung oleh kepuasan? Rasa bangga, kemalasan, stagnasi, terlalu percaya diri, dan penundaan. Jika kamu salah, akui kesalahan itu mintalah nasihat orang dan selalu siap untuk belajar.

Miliki growth mindset (berkembang), bukan yang tetap.

2. Harga Diri Rendah

Coba kamu tanya ke dirimu, apakah kamu punya harga diri tinggi atau rendah? Nah, harga diri yang rendah adalah musuh terbesar kesuksesan. 

Harga diri yang rendah memiliki kekuatan yang sangat kuat yaitu “meremehkan”, kamu bisa terus meremehkan diri sendiri yang akan membuat kehilangan harga diri. Menurutmu apa yang terjadi ketika kehilangan harga diri? Pertama, kamu kehilangan kepercayaan diri, dua, respek pada diri sendiri, dan terakhir, kamu memasuki dunia negatif.

Hal pertama yang harus kamu lakukan, kamu harus cinta pada diri sendiri. Banyak orang memiliki potensi yang luar biasa tetapi mereka hanya meremehkan diri mereka sendiri, menghancurkan kepercayaan diri mereka.

Kamu adalah orang yang hebat. Kamu harus yakin. Tidak ada yang bisa menjatuhkanmu. 

3. Kebanggaan (Ego)


Bersikaplah rendah hati, kesombongan adalah salah satu musuh terburuk kesuksesan. Beberapa orang memiliki pola pikir bahwa mereka tidak akan bisa belajar dari seseorang yang lebih muda dari mereka walalupun di tempat kerja yang sama.

Banyak orang merasa mereka terlalu besar untuk meminta bantuan. Mereka merasa terlalu terhormat untuk belajar. Jika kamu tidak tahu apa-apa, tanyakan kepada orang yang mengetahuinya. Jangan merasa terlalu besar untuk bertanya dan selalu siap menghadapi dan menampung rasa tidak hormat.

Pergi dan belajarlah dari orang sukses di dunia dan lihat masa lalu mereka yang tidak dihormati. Tapi, lihat di mana mereka sekarang.

Kamu butuh keterampilan untuk berhasil, artinya kamu harus belajar untuk memiliki keterampilan, dan untuk mempelajari keterampilan baru kamu perlu melakukan banyak pelayanan dan pekerjaan. Tapi, bagaimana kamu melayani? Kamu melayani dengan hormat dan ketundukan tertinggi.

“Sukses tampaknya terkait dengan tindakan. Orang-orang sukses terus bergerak. Mereka membuat kesalahan tetapi mereka tidak menyerah.” – Conrad Hilton

4. Kemalasan

Kita semua memiliki zona nyaman sendiri. Sering kali, orang menjadi terlalu puas dengan zona nyaman mereka dan itulah mengapa menjadi sangat sulit bagi mereka untuk keluar dari tempat nyaman itu.

Zona nyaman bisa di film, selebriti favorit, media sosial, game, teman, tidak melakukan apa-apa, dll. Apa atau di mana zona nyaman mu sekarang? Kesuksesan tidak akan bisa kamu capai sampai kamu menjadikan sisi Ketuhanan, kerja keras, komitmen, pemikiran cerdas, dan ketekunan sebagai zona nyamanmu.

Salah satu faktor menyeramkan yang mengundang kemalasan kita adalah rasa nyaman. Rasa nyaman tidak terasa buruk saat kita membuang waktu. Apakah itu media sosial? Game? Menonton film? Dari pada membuang-buang waktu untuk memuaskan diri sendiri, kamu harus memaksimalkan waktu untuk melakukan hal-hal yang akan meningkatkan skill.

5. Menunda

Menunda pekerjaan adalah sesuatu yang membuat banyak orang kehilangan kesempatan sekali seumur hidup. Ini juga salah satu musuh terbesar kesuksesan. 

Penundaan dan kemalasan itu seperti anak kembar, mereka selalu berjalan beriringan. Ketika kamu terlalu terikat pada zona nyaman, penundaan akan muncul, membuat kamu tidak melakukan apa-apa selain membuang waktu.

Efek kuat dari penundaan adalah kemampuannya untuk menuntut kamu memperpanjang hal-hal yang dapat kamu capai. Jika kamu harus menyelesaikan tugas dalam 4 jam ke depan, menunda-nunda bisa membuatnya menjadi 10 jam.

Artinya kamu telah menghabiskan 6 jam dengan sia-sia untuk menjadi malas. Ingat satu hal, penundaan mendorong kemalasan.

6. Takut dan kurang percaya diri

Tanpa rasa takut, bagaimana kamu bisa kurang percaya diri? Nah, rasa takut inilah yang membuat kita kurang percaya diri. Misalnya takut berbicara untuk diri sendiri, menunjukkan bakat, atau takut gagal.

Ini juga salah satu musuh terbesar. Ketakutan telah membuat banyak orang kehilangan mimpinya. Dan jangan lupa bahwa kurangnya rasa percaya diri tidak bisa dan tidak akan pernah ada tanpa unsur rasa takut.

Bangun kepercayaan diri yang kuat dan biarkan rasa takut hilang. Ingin memiliki kepercayaan diri dalam semalam? Maka percayalah pada Tuhan. Jika kamu memiliki keyakinan yang besar kepada Tuhan, tidak ada yang dapat menggoyahkan kamu.

7. Masyarakat Negatif

Lingkungan yang buruk dan orang-orang jahat adalah apa yang kita sebut masyarakat negatif. Terkadang kita bahkan tidak berani bermimpi untuk mencapai kesuksesan karena jenis orang yang bergaul dengan kita dan masyarakat tempat kita berada.

Dengan siapa kamu bergaul? Siapa circle kamu? Jika jawabanmu untuk pertanyaan ini negatif, maka kamu harus tahu bahwa kamu berada dalam masyarakat yang negatif.

Beritahu kami melalui kolom komentar. Kamu bisa komentar dengan Facebook, akun google, Disqus, atau sebagai anonim. Syukran. [/MuslimGen][left-sidebar]

No comments:

Powered by Blogger.