7 Tips Menghafal Qur'an dengan Mutqin Untuk Orang yang 'Sibuk' / Part 1


Menghafal Al-Qur'an adalah aktivitas yang membutuhkan investasi waktu lebih, karena untuk menghafal ayat per ayat memerlukan konsentrasi dan waktu yang intens. Idealnya menghafal Qur'an dilakukan di lingkungan yang telah difasilitasi dengan kondisi dan orang-orang yang sudah dirancang sebagai ekosistem menghafal Quran seperti pondok tahfizh, tempat daurah dsb. Lalu bagaimana dengan orang yang sibuk?

Tips-tips ini ditulis oleh Abu Hawary, disarikan dari perbincangan via telepon antara penulis dengan Al Ustadz Al Fadhil Abdur Rahman Fadholi. Beliau Al Ustadz adalah Juara MHQ Asia-Pasifik kelas 10 Juz 2017 yang dilaksanakan di Masjid Istiqlal, Jakarta, Indonesia.  Beliau juga Murid Syaikh Abdul Karim Al Jazayri -Hafizhahullahu ta’alaa-, dan Pembina Ma’had Ibnu Katsir di Bekasi, Jawa Barat, Indonesia. 

Selamat menyimak!

***

Pertanyaan yang penulis ajukan adalah, “Bagaimana metode muroja’ah (mengulang hafalan) dan menambah hafalan Alqur’an bagi seseorang yang sibuk?” Kemudian beliau menanyakan kondisi penulis saat ini.  Setidaknya ada tiga hal yang beliau ingin ketahui, yaitu:
  • Kondisi kesibukan saat ini
  • Jumlah hafalan yang pernah di hafal
  • Jumlah hafalan yang sudah mutqin (menempel kuat)

Pertama, beliau menekankan kepada hafalan yang pernah dihafal.  Usahakan dalam waktu dua bulan pertama, kita fokus kepada hafalan yang pernah dihafal dan kita yakin sekali kita tidak kuat pada bagian tersebut.  Hafalan kita tersebut ibarat hafalan baru yang harus dimulai dari awal lagi.  Targetkan empat halaman per hari saja.  Baca per halaman berulang-ulang sampai kita lancar membacanya tanpa harus melihat mushaf.  Berhenti per ½ juz untuk mengevaluasi kuatnya hafalan tersebut.  Cara mengevaluasinya bisa dengan cara meminta kerabat untuk menyimak hafalan kita ½ juz sekali duduk atau meminta teman kita membuat soal meneruskan beberapa ayat seperti pada lomba MTQ.  Evaluasi juga ketika 1 juz, 1 ½ juz, 2 juz, dst.  Jangan menambah sebelum lulus tahap evaluasi.

Kedua, hafalan yang kira rasa sudah kuat (mutqin) harus dibaca kapanpun sebisanya.  Gunakan waktu luang seperti ketika di perjalanan, berjalan dari parkir motor ke ruang kelas, mengantri, dll untuk membaca hafalan kita yang sudah kuat.  Jangan menunggu kapan bisa duduk!  Kalau terjadi lupa akan suatu ayat atau kata, skip dulu bagian tersebut dan lanjut ke ayat selanjutnya.  Nanti ketika ada waktu untuk membuka mushaf, kita lihat lagi dimana tempat kita lupa tersebut.  Usahakan hafalan mutqin ini dibaca 2-4 juz per harinya (tergantung jumlah hafalan yang dimiliki). Hafalan yang kita bawa dari poin pertama juga dimasukkan ke dalam poin kedua setelah melewati proses evaluasi. Usahakan total seluruh hafalan khattam dibaca selama seminggu, lebih cepat lebih baik.

Bersambung

No comments:

Powered by Blogger.