Mulailah Menulis Kisah dan Rencana Hidupmu dan Lihat Apa Yang Terjadi 5 Tahun Mendatang


Saya sudah sering membaca beberapa tulisan tentang bagaimana cara menulis kisah hidup di buku harian, menulis perencanaan untuk hari depan, membuat karangan, jadwal kegiatan sehari-hari, membuat agenda-agenda hidup, serta tulisan-tulisan yang bisa memotivasi orang untuk bisa menulis. Fakta yang saya dapati adalah bahwa menulis itu tidak gampang, tidak juga begitu sulit. Bisa dibilang gampang-gampang susah.

Pengalaman menulis saya sendiri dimulai ketika masa SMP dulu. Ketika itu saya  melihat seorang kakak kelas yang suka menulis kisahnya di sebuah buku. Saya sering mengendap-endap membuka buku hariannya yang diletakkan di laci meja kelasnya, itu karena saya penasaran dengan bagaimana dan apa yang mereka tulis. Dia menulis kisah-kisah hidup dan perencanaannya di masa mendatang. Saya pun semakin yakin dengan ajaibnya aktivitas ini setelah membaca novel Ayat-ayat Cinta karya Habiburrahman El-Shirazy, tentang bagaimana tokoh Fachri mengatur rencana hidupnya dengan membuat peta-peta disebuah kertas kemudian tempelkan di dinding kamarnya. Bagi saya hal  itu sangat mengasyikkan, sayapun merasa tertarik untuk menulis kisah perencanaan sendiri di buku khusus untuk dibaca suatu saat nanti. Dan kemudian saya mengerti bahwa menulis kisah dan perencanaan hidup memiliki efek yang besar untuk penulisnya; bisa membuat mimpi yang ditulis menjadi kenyataan.

Ada sebuah cerita menarik,  seorang wanita Muslimah bernama Mariam Sobh yang menulis sebuah jurnal harian di penghujung tahun 2012 lalu tentang betapa akan menakjubkannya tahun 2013 yang akan ia jalani. Dia menulis banyak perencanaan untuk masa yang akan datang. Lalu apa yang terjadi? Tahun 2013 benar-benar menjadi tahun yang menakjubkan baginya, banyak rencana-rencana yang Ia tulis dahulu berhasil dicapai di tahun itu. Dia mengatakan bahwa ketika menuliskan hal-hal yang ingin dicapai seakan-akan hal-hal tersebut sudah terjadi ketimbang menulisnya dengan penuh khayalan. Contohnya, dia menuliskan “Saya akan diterima di Lembaga Pendidikan Seni di Second City Training Center". Tanpa disangka dia pun diterima di sana.

Cara ini sering digunakan oleh orang sebagai "guide" untuk diri sendiri. Inti dari hal ini adalah kita membayangkan apa yang akan kita capai seakan-akan itu benar-benar terjadi, dan ini bukan sulap, kita harus menuliskannya dengan sepenuh hati dan fikiran yang tenang. Hal ini akan membuat kita merasa telah menentukan jalan hidup kita sendiri, sehingga kita akan merasa dipaksa untuk fokus terhadap hal-hal yang positif dan melihat  apa yang sedang kita capai. Kita mulai menyadari momen-momen dalam hidup yang biasanya tidak kita hiraukan, karena itu pada akhirnya menjadi seperti puzzle yang terangkai satu sama lain.

Contoh lainnya adalah dulu ketika saya masih di bangku SMP, saya pernah menulis bahwa saya ingin masuk di sebuah Universitas dan menjadi ahli komputer. Saya menulisnya begitu saja dan saya melupakannya ketika lulus SMA. Alhamdulillah, pada bulan November ditahun 2013 saya pun mendapat tawaran pekerjaan menjadi penjaga warnet di sebuah toko servis komputer di dekat kampus yang saya masuki. Saya pun belajar banyak hal tentang komputer dan mekanik disini.

Pada dasarnya, kita hanya berusaha menulis sebuah impian perjalanan hidup kita yang akan menjadi nyata di masa mendatang dan ditahun-tahun berikutnya. Saya tidak mengatakan bahwa ini terjadi kebetulan begitu saja tanpa usaha. Bukan berarti jika saya atau sobat menuliskan "Sekarang saya adalah seorang milyuner" lantas itu terjadi di tahun berikutnya :). 

Tetapi hal-hal yang membuat kita dekat dengan kekayaan mulai terangkai. Seperti apa yang dikatakan oleh seseorang "Mungkin jaringan Anda dengan orang lain akan meluas dan Anda lebih terpacu untuk bekerja lebih keras ketimbang sekedar menonton televisi." Rencana hidup membuat kita terpacu bekerja keras untuk mencapainya. Ini karena kita memindahkan pikiran tersebut ke dalam kertas dan sekarang hal itu melekat pada memori. Bukan berarti mendikte takdir, tetapi sebagai perantau di dunia ini, tidak ada salahnya kita menuliskan keinginan dalam hidup ini agar menjadi lebih terarah, tercapai atau tidaknya adalah kehendak Allah.

Ingatlah hadits Nabi  SAW:

Dari Ibnu Umar R.A. telah berkata bahwa rosulullah SAW telah memegang pundakku lalu beliau berkata: “Jadilah engkau didunia seolah-olah perantau (orang asing) atau orang yang sedang menempuh perjalanan”, Ibnu umar berkata: “Jika engkau ada diwaktu sore maka jangan menunggu sampai waktu pagi dan sebaliknya, jika engkau di waktu pagi maka jangan engkau menunggu sampai waktu sore dan gunakanlah sehatmu untuk sakitmu, dan gunakanlah hidupmu untuk matimu.” (H.R. Bukhori).

Ada sebuah kutipan indah yang sering saya baca, bunyinya: Tuliskan rencanamu dengan sebuah pensil dan berikan penghapusnya kepada Allah, izinkan Dia menghapus bagian yang salah dan menggantikan dengan rencana-Nya yang indah dalam hidupmu. Karena hanya Dia yang paling tahu apa yang terbaik dan buruk bagi kita... belum tentu baik bagi ALLAH.

Apakah sobat ingin punya sesuatu yang ingin dicapai? Jika ya, ambillah secarik kertas dan mulailah menuliskannya dari sekarang!

Beritahu kami melalui kolom komentar. Kamu bisa komentar dengan Facebook, akun google, Disqus, atau sebagai anonim. Syukran. 

No comments:

Powered by Blogger.